Ringinarum - Dari Angka Menjadi Perhatian, Tim KKN UNDIP Bantu Pantau Kesehatan Balita dan Lansia Ringinarum

Dari Angka Menjadi Perhatian, Tim KKN UNDIP Bantu Pantau Kesehatan Balita dan Lansia Ringinarum

Ringinarum (11/7) – Pertumbuhan anak dan kondisi kesehatan lansia membutuhkan pemantauan yang dilakukan secara berkala agar setiap perubahan dapat dikenali sejak dini. Desa Ringinarum secara rutin menyelenggarakan kegiatan Posyandu setiap bulan sebagai salah satu wadah pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi balita dan lansia untuk memperoleh pemeriksaan sekaligus membantu tenaga kesehatan dan kader memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat dari waktu ke waktu.

 

Posyandu Marsudirini 2 di Dusun Klepu, Desa Ringinarum, kembali melaksanakan pelayanan bagi balita dan lansia pada Jumat (11/7). Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Ringinarum Tahun 2026 turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan membantu proses pengukuran antropometri dan pencatatan data peserta. Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk dukungan terhadap kelancaran pelayanan Posyandu sekaligus mempertemukan pengetahuan kesehatan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.

 

Pelayanan balita meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Setiap hasil pengukuran dicatat sebagai data pemantauan pertumbuhan anak. Data tersebut dapat membantu melihat perkembangan kondisi balita secara berkala serta menjadi informasi pendukung bagi tenaga kesehatan dalam menilai pertumbuhan dan kondisi gizi anak.

Pengukuran lingkar lengan atas pada balita.

Pemantauan pada kelompok lansia dilakukan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Pemeriksaan tekanan darah juga menjadi bagian dari pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Tim KKN berfokus pada pengukuran antropometri dan pencatatan hasil, sedangkan evaluasi kondisi kesehatan peserta dilakukan melalui konsultasi bersama bidan berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh.

 

Proses pengukuran dan pencatatan menjadi bagian penting dalam pelayanan Posyandu karena data yang terkumpul tidak berhenti sebagai deretan angka. Hasil pengukuran dapat menjadi gambaran perubahan kondisi kesehatan peserta dari satu periode ke periode berikutnya. Pencatatan yang dilakukan secara teratur juga membantu kader dan tenaga kesehatan mengenali kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara nyata bagaimana data kesehatan masyarakat dikumpulkan dan digunakan sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan berbasis komunitas.

 

Keterlibatan mahasiswa KKN memberikan tambahan dukungan dalam pelaksanaan pelayanan. Salah satu kader Posyandu Marsudirini 2, Ibu Siti Aisyah, menyampaikan apresiasi atas bantuan mahasiswa selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN yang ikut membantu pengukuran dan pencatatan. Kehadiran mahasiswa membuat pelayanan kepada balita dan lansia menjadi lebih ringan dan berjalan lebih lancar,” ujarnya.

 

Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan Posyandu turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap pemantauan pertumbuhan dan kondisi gizi balita, Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan pemantauan kesehatan masyarakat secara berkala, serta Nomor 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di tingkat lokal. Posyandu juga menjadi ruang kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, masyarakat, dan berbagai pihak yang turut mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

 

Kegiatan Posyandu menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan dapat tumbuh dari hal yang sederhana dan dilakukan secara konsisten. Satu hasil pengukuran dapat menjadi gambaran perjalanan pertumbuhan seorang anak, sementara catatan kesehatan seorang lansia dapat menjadi pengingat untuk menjaga kondisi tubuh pada masa berikutnya. Melalui pengukuran dan pencatatan yang dilakukan secara berkala, angka-angka tersebut memperoleh makna sebagai dasar untuk memahami kondisi masyarakat dan menentukan perhatian yang lebih tepat. Kehadiran mahasiswa KKN dalam proses tersebut menjadi bagian kecil yang turut menguatkan pelayanan kesehatan agar tetap dekat, rutin, dan berkelanjutan bagi warga Desa Ringinarum.

 

Penulis: Ayun Kushaladewi Paramestri

Editor: Suhardi


Dipost : 15 Agustus 2026 | Dilihat : 20

Share :