Berita Terkini


Penyerahan peta hasil Digitalisasi Zona Rawan Kenakalan Remaja Desa Ringinarum
Ringinarum (24/7) - Kenakalan remaja merupakan tantangan sosial yang semakin kompleks sehingga memerlukan upaya penanganan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan berbasis data. Menyadari pentingnya pencegahan sejak dini, Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program Pemetaan Partisipatif Titik Aktivitas Remaja dan Zona Rawan Kenakalan Remaja Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Ringinarum, Kabupaten Kendal. Program ini merupakan implementasi tema besar KKN, yaitu "Penguatan Karakter dan Ketahanan Remaja melalui Pendekatan Multidisiplin dalam Mewujudkan Generasi Berkualitas."
Program ini diinisiasi oleh salah satu mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro, Putri Alicia Margaretha Saragih, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung penyelesaian permasalahan sosial di tingkat desa. Melalui pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), program ini bertujuan menyediakan data spasial yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembinaan remaja secara lebih terarah dan berbasis bukti.
Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh belum tersedianya data spasial yang menggambarkan persebaran lokasi aktivitas remaja maupun kawasan yang berpotensi menjadi titik terjadinya perilaku menyimpang. Selama ini, berbagai program pembinaan remaja umumnya dilaksanakan tanpa didukung informasi mengenai lokasi yang memerlukan perhatian khusus. Padahal, informasi berbasis lokasi dapat membantu pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas pembinaan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Fenomena kenakalan remaja terus berkembang seiring meningkatnya pengaruh lingkungan sosial dan kemajuan teknologi. Bentuk perilaku menyimpang yang kerap dijumpai meliputi perundungan (bullying), penyalahgunaan media sosial, merokok, konsumsi minuman beralkohol, balap liar, vandalisme, hingga tawuran antar kelompok remaja. Berbagai perilaku tersebut umumnya muncul pada lokasi-lokasi yang minim pengawasan serta belum didukung dengan tersedianya ruang aktivitas yang positif bagi remaja.
Melalui program ini, mahasiswa KKN melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, karang taruna, serta warga dalam mengidentifikasi titik-titik aktivitas remaja, baik yang digunakan untuk kegiatan positif maupun lokasi yang dinilai berpotensi memunculkan perilaku menyimpang. Informasi tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga menghasilkan peta digital yang menggambarkan persebaran titik aktivitas remaja dan zona yang memerlukan perhatian dalam upaya pembinaan.
Pendekatan partisipatif menjadi salah satu kekuatan program ini karena masyarakat berperan sebagai sumber informasi utama yang memahami karakteristik wilayahnya. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat serta mencerminkan kondisi sosial yang ada di Desa Ringinarum.
Sebagai luaran program kerja, peta digital yang telah disusun diserahkan kepada SMP Negeri 2 Gemuh sebagai salah satu mitra dalam pelaksanaan program pembinaan remaja. Peta tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam mendukung kegiatan pembinaan karakter peserta didik, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam merancang program pencegahan kenakalan remaja yang lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil pemetaan juga dapat digunakan oleh Pemerintah Desa Ringinarum sebagai data pendukung dalam penyusunan kebijakan pembangunan kepemudaan, termasuk penentuan lokasi penyuluhan, pengawasan lingkungan, serta penyediaan ruang aktivitas positif bagi remaja.

Peta Zona Rawan Kenakalan Remaja Desa Ringinarum
Program ini menunjukkan bahwa teknologi geospasial tidak hanya bermanfaat dalam bidang pemetaan wilayah, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan sosial di tingkat desa. Integrasi antara pemetaan digital dan partisipasi masyarakat menghasilkan informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai dasa r pengambilan keputusan dalam upaya pembinaan remaja.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya pencegahan kenakalan remaja dan penciptaan lingkungan yang mendukung kesejahteraan remaja, SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan data sebagai dasar perencanaan program pembinaan dan pendidikan karakter, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pemanfaatan data spasial untuk mendukung pengambilan kebijakan desa yang lebih tepat sasaran dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif bagi remaja.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaksanaan program kerja, Guru Bidang Kesiswaan SMP Negeri 2 Gemuh, Bapak Saiful Adib, menyampaikan testimoni setelah menerima hasil Peta Zona Rawan Kenakalan Remaja di Desa Ringinarum “Kami mengapresiasi program mahasiswa KKN UNDIP melalui penyusunan dan penyerahan Peta Zona Rawan Kenakalan Remaja di Desa Ringinarum. Peta ini memberikan gambaran wilayah yang memerlukan perhatian sehingga dapat menjadi acuan bagi sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyusun upaya pembinaan serta pencegahan kenakalan remaja. Semoga program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembentukan generasi muda yang berkarakter.” ujar beliau.
Melalui program ini, diharapkan Pemerintah Desa Ringinarum, SMP Negeri 2 Gemuh, serta berbagai pemangku kepentingan memiliki data yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam merancang program pembinaan remaja. Dengan dukungan informasi spasial yang akurat, upaya pencegahan kenakalan remaja dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga tercipta lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung terbentuknya generasi muda yang berkarakter.
Penulis: Putri Alicia Margaretha Saragih
Editor: Suhardi
Dipost : 11 Agustus 2026 | Dilihat : 16
Share :