Berita Terkini

Ringinarum (4/8) – Produk yang berkualitas menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan usaha. Namun, kualitas produk saja belum cukup apabila tidak disertai dengan kemampuan menyampaikan informasi kepada konsumen secara baik. Cara penjual menyapa, menjelaskan produk, dan memberikan pelayanan dapat memengaruhi kesan serta ketertarikan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Melihat pentingnya aspek tersebut dalam pemasaran, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Ringinarum memberikan edukasi mengenai komunikasi persuasif kepada pelaku UMKM Desa Ringinarum.
Kegiatan tersebut merupakan program individu Triana Angelia, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Diponegoro, dengan judul “Strategi Komunikasi Persuasif untuk Meningkatkan Daya Tarik Produk.” Program ini berangkat dari potensi pemanfaatan kegiatan atau event desa sebagai media promosi produk UMKM, sekaligus permasalahan belum optimalnya pemanfaatan kegiatan tersebut melalui komunikasi yang efektif kepada konsumen. Dalam perencanaannya, kegiatan ditujukan kepada pelaku UMKM Desa Ringinarum dan dilaksanakan melalui edukasi mengenai komunikasi persuasif.

Pelaku UMKM Desa Ringinarum mengikuti edukasi komunikasi persuasif yang diberikan mahasiswa KKN Tim II Undip untuk mendukung pemasaran produk secara lebih efektif.
Dalam pelaksanaannya, materi mengenai komunikasi persuasif disampaikan menggunakan media presentasi. Peserta diperkenalkan pada komunikasi persuasif sebagai cara menyampaikan informasi dengan tujuan mengajak atau meyakinkan konsumen secara sopan, jujur, dan tanpa paksaan. Dalam konteks pemasaran, komunikasi persuasif tidak dimaksudkan untuk memaksa konsumen membeli, tetapi membantu konsumen memahami manfaat produk sehingga dapat menentukan pilihan dengan lebih percaya diri.
Penyampaian materi juga menekankan beberapa hal yang dapat diperhatikan pelaku UMKM ketika berkomunikasi dengan konsumen. Penggunaan bahasa yang sopan, kemampuan menjelaskan manfaat produk dengan jelas, mendengarkan kebutuhan konsumen, memberikan informasi secara jujur, serta tidak memaksakan pembelian menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang baik.
Selain memahami cara menyampaikan informasi mengenai produk, peserta juga diarahkan untuk melihat proses komunikasi dari sudut pandang konsumen. Penjual perlu memahami kebutuhan dan pertimbangan konsumen sebelum menentukan cara menawarkan suatu produk. Dengan demikian, komunikasi yang dilakukan tidak sekadar berisi ajakan membeli, tetapi memberikan informasi yang relevan dan membantu konsumen memahami nilai dari produk yang ditawarkan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen. Komunikasi yang dilakukan secara ramah, jelas, jujur, dan tidak memaksa dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap penjual maupun produk yang ditawarkan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Psikologi dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pendekatan psikologis, khususnya dalam aspek komunikasi dan perilaku konsumen. Penguatan kemampuan komunikasi diharapkan dapat melengkapi kualitas produk yang telah dimiliki pelaku UMKM sehingga potensi produk lokal Desa Ringinarum dapat diperkenalkan secara lebih menarik kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berharap pelaku UMKM Desa Ringinarum dapat menerapkan prinsip komunikasi persuasif dalam kegiatan pemasaran sehari-hari. Tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik produk, kemampuan berkomunikasi secara efektif juga diharapkan dapat membantu membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih baik antara pelaku UMKM dengan konsumen.
Penulis: Triana Angelia
Editor: Suhardi
Dipost : 14 Agustus 2026 | Dilihat : 24
Share :