Ringinarum - Bangun Ketahanan Remaja, Tim KKN UNDIP Hadirkan Edukasi Preventif Bahaya Rokok, Alkohol, dan Narkoba

Bangun Ketahanan Remaja, Tim KKN UNDIP Hadirkan Edukasi Preventif Bahaya Rokok, Alkohol, dan Narkoba

Penyampaian materi edukasi mengenai bahaya zat adiktif kepada peserta.

 

Ringinarum (24/7) – Pembentukan karakter remaja masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan kualitas generasi muda di masa depan. Hasil koordinasi Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Ringinarum Tahun 2026 bersama Pemerintah Desa Ringinarum menunjukkan bahwa kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta riwayat penyalahgunaan narkoba masih dijumpai pada sebagian remaja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi kesehatan dan karakter perlu dilakukan sejak dini sebagai bekal bagi remaja dalam menghadapi berbagai perilaku berisiko.

 

Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Ringinarum Tahun 2026 menyelenggarakan edukasi multidisiplin bertema “Penguatan Karakter dan Ketahanan Remaja melalui Pendekatan Multidisiplin dalam Mewujudkan Generasi Berkualitas” bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Gemuh pada Jumat (24/7). Program tersebut menghadirkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu sebagai upaya untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan ketahanan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan. Sebagai bagian dari rangkaian edukasi, Ayun Kushaladewi Paramestri, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro, menyampaikan edukasi bertajuk “Dampak Merokok, Konsumsi Minuman Beralkohol, dan Penyalahgunaan Narkoba terhadap Kesehatan Remaja”.

 

Tim KKN mengawali rangkaian edukasi dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai bahaya zat adiktif. Setelah pelaksanaan pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui media presentasi (PowerPoint) yang membahas kandungan zat berbahaya dalam rokok, dampak konsumsi minuman beralkohol terhadap kesehatan, berbagai jenis narkoba yang kerap disalahgunakan, serta konsekuensi penyalahgunaan narkoba. Pembahasan tersebut mengajak peserta memahami bahwa setiap batang rokok yang dihisap, setiap tegukan minuman beralkohol, dan setiap bentuk penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, perkembangan otak, kemampuan berpikir, hingga kualitas hidup pada masa mendatang. 

 

Penyampaian edukasi dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif dan diperkaya ilustrasi visual sehingga informasi yang bersifat ilmiah dapat dipahami dengan lebih mudah oleh peserta. Rangkaian kegiatan turut dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif bagi kesehatan remaja.

 

Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan karakter, peningkatan literasi kesehatan, dan pembentukan generasi muda yang tangguh terhadap berbagai perilaku berisiko.

 

Pelaksanaan edukasi memperoleh respons positif dari pihak SMP Negeri 2 Gemuh. Bagian Kesiswaan SMP Negeri 2 Gemuh, Pak Joyo, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut serta berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para siswa. "Terima kasih sudah memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Gemuh. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat, menambah pengetahuan siswa, dan apa yang sudah disampaikan hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

 

Edukasi ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar penyampaian materi, tetapi menjadi awal tumbuhnya kesadaran bahwa setiap pilihan pada masa remaja akan menentukan kualitas kehidupan di masa depan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan berkembang menjadi kebiasaan baik yang membentuk karakter, sehingga generasi muda mampu menjaga diri, mengambil keputusan yang bijak, dan berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan zat adiktif. 

 

Penulis: Ayun Kushaladewi Paramestri

Editor: Suhardi


Dipost : 11 Agustus 2026 | Dilihat : 20

Share :