Berita Terkini

Ringinarum (24/7) – Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Pada fase ini, remaja mulai membentuk identitas diri, belajar mengelola emosi, serta menghadapi pengaruh teman sebaya yang dapat mengarah pada perilaku positif maupun negatif. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Desa Ringinarum dengan pihak SMP Negeri 2 Gemuh, masih dijumpai berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik, seperti rendahnya kemampuan mengendalikan emosi, kecenderungan mengikuti tekanan teman sebaya, serta kurangnya kesadaran dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemberian edukasi mengenai pembentukan karakter dan ketahanan diri sejak usia remaja.
Sebagai bentuk kontribusi dalam menjawab permasalahan tersebut, Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Ringinarum Tahun 2026 melaksanakan program Psikoedukasi “Menjadi Remaja Berkarakter” yang diinisiasi oleh Triana Angelia, mahasiswa Program Studi Psikologi, melalui penyampaian materi yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Materi yang diberikan meliputi pengenalan karakter positif, kesadaran diri (self-awareness), pengelolaan emosi, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Penyampaian materi "Menjadi Remaja Berkarakter" kepada peserta didik SMP Negeri 2 Gemuh menggunakan media presentasi interaktif.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian karakter, pentingnya self-awareness (kesadaran diri), kemampuan mengelola emosi, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Penyampaian materi tidak dilakukan secara satu arah, melainkan dikemas melalui diskusi interaktif yang mendorong peserta untuk aktif berpikir, menjawab pertanyaan, serta mengemukakan pendapat berdasarkan pengalaman yang mereka alami.
Suasana kegiatan berlangsung dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari partisipasi peserta yang secara aktif mengangkat tangan ketika diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa karakter tidak hanya tercermin dari pengetahuan, tetapi juga dari sikap dan keputusan yang diambil dalam berbagai situasi.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan reflektif "Setuju atau Tidak Setuju" sebagai media pembelajaran partisipatif. Dalam permainan tersebut, peserta diminta menentukan sikap terhadap beberapa pernyataan yang berkaitan dengan pergaulan remaja, pengendalian emosi, hingga keberanian mengambil keputusan yang benar. Setiap jawaban kemudian didiskusikan bersama sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya promotif dalam meningkatkan kesehatan mental dan ketahanan psikologis remaja, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran yang aktif dan partisipatif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penanaman nilai-nilai karakter, tanggung jawab, dan penyelesaian konflik secara positif.
Salah satu peserta mengaku lebih memahami pentingnya berpikir sebelum bertindak setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Materinya mudah dipahami, soalnya banyak contoh dari kehidupan sehari-hari. Kakaknya juga sering mengajak kami berdiskusi, jadi kami lebih berani menyampaikan pendapat dan tidak hanya mendengarkan materi," ujar salah satu peserta kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Tim II KKN Universitas Diponegoro berharap peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai karakter positif dalam kehidupan sehari-hari, lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta memiliki ketahanan diri yang lebih baik ketika menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja. Penguatan karakter diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.
Penulis: Triana Angelia
Editor: Suhardi
Dipost : 12 Agustus 2026 | Dilihat : 6
Share :